Menjawab Keraguan Ta’aruf (The FAQs*) -2-

4. Saya ingin berproses dengan seseorang melalui ta’aruf. Bagaimana caranya?
Saat seseorang ingin menjalani proses ta’aruf, ia dapat menyampaikan permintaan ta’aruf pada calon yang bersangkutan. Tidak perlu melakukan basa-basi komunikasi intens seperti PDKT pada gebetan. Orang yang menjaga batas pergaulan Islami tentu lebih menghargai jika ada yang mendekati melalui proses ta’aruf yang santun.

Continue reading

Advertisements

Menjawab Keraguan Ta’aruf (The FAQs*) -1-

Sebenarnya belum pede menulis tentang ta’aruf, mengingat belum berpengalaman 😛. Karena banyak yang bertanya, diantaranya meragu bagaimana bisa mengenal calon pasangan tanpa pacaran, saya mencoba berbagi penjelasan berdasar berbagai literatur, pengamatan, juga pengalaman teman. Monggo..

1. Apa perbedaan ta’aruf dengan pacaran?

Continue reading

Menembus Galaksi, Menembus Dimensi: Review Film Interstellar

Interstellar menceritakan perjalanan ke luar angkasa bermisi pencarian planet pengganti bumi sebagai rumah masa depan manusia. Film ini menyuguhkan konflik bertubi-tubi Cooper, antariksawan utama dalam ekspedisi lintas galaksi. Di awal keberangkatan ia terpaksa meninggalkan Moorph, anak perempuan kesayangannya. Emosi terkuras saat para antariksawan dihadapkan pada kenyataan dilatasi waktu di galaksi lain. Bayangkan,
Continue reading

Boikot Produk Israel!

Adalah ironi kita serukan hujatan pada Israel tapi pada saat bersamaan membeli produk mereka, menambah pundi-pundi untuk meluncurkan misil pada bayi-bayi Palestina. #BoikotProdukIsrael

image

image

Sincerely,
Fariza Yuniar

Sumber gambar disini

#GazaUnderAttact

“Kami tak pernah tahu
berapa raga mesti meregang nyawa
agar engkau tak lagi dihina
Al-Aqsa
Yang kami tahu hanyalah
belum setapakpun langkah
dan kami belum beranjak dari sini”
-Kami tak pernah tahu, Izzatul Islam-

Gaza kembali diserang Israel. Tidak harus sebangsa atau seagama untuk peduli, hanya perlu menjadi manusia yang punya hati. Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk Palestina?

1. Berdoa. Jangan remehkan doa. Doa adalah senjata kita. Apapun yang jauh di luar jangkauan kita bisa tersampaikan melalui doa. Ada Allah Sang Maha Pengabul Doa. #PrayForGaza

2. Donasi. Wujudkan pengorbanan dengan memberikan bantuan dana untuk saudara-saudara kita di Palestina. Cukup melakukan transfer ke rekening lembaga kepedulian perjuangan Palestina yang mengirimkan perwakilan ke Gaza, diantaranya:
Act Aksi Cepat Tanggap: @ACTForHumanity
KNRP Komite Nasional untuk Rakyat Palestina: @InfoKNRP
Lazis Dompet Dhuafa: @Dompet_Dhuafa

3. Boikot. Di sekitar kita bertebaran produk-produk yang menyumbangkan keuntungannya pada Israel. Setiap rupiah kita untuk membeli produk akan menguatkan perekonomian mereka menyerang Palestina. Itulah kenapa saya tidak membeli apapun berlabel johnson n johnson, berhenti konsumsi produk Nestle, mengganti air minum Aqua (Danone) dengan merk lain, dsb. ( Daftar boikot produk disini)

Tidak cukup hanya kita yang peduli. Sebisa mungkin kita beraksi serukan dukungan Palestina merdeka melalui media sosial, percakapan sehari-hari maupun aksi publik. Tunjukkan gerakan kecil kita untuk bisa masif mendunia.

We love you, Palestine.

Sincerely,
Fariza Yuniar

Fans Capres

Mendekati hari H Pemilihan Presiden linimasa twitter makin rusuh. Fans mendewakan capres secara tidak rasional. Pokoknya suka, pokoknya dukung. Kabar negatif capres sendiri dikatakan black campaign, kabar positif capres sebelah dianggap pencitraan.
Continue reading

Delete

Akhirnya membeli laptop baru karena tombol delete di keyboard hang. Ditekan bagaimanapun tetap tidak bergeming.

Jadi terpikir, bagaimana jika tombol delete di otak yang hang? Semua memori menyakitkan tetap teringat lekat. Luka perih berdarah-darah.

Atau semua kenangan manis melayang hilang. Tidak lagi mengenali dia yang teristimewa. Apa gunanya memiliki dunia jika lupa rasa bahagia?

Betapa banyak karunia hidup yang terlewat.

Sincerely,
Fariza Yuniar

Kata Maaf Saja Tidak Cukup

Manusia tidak akan lepas dari konflik. Tiap pribadi berbeda-beda sifatnya, sehingga rentan pertentangan dalam berinteraksi. Kata maaf menjadi senjata saat terjadi konflik. Tapi meminta maaf saja belum cukup. Maaf haruslah disertai dengan tiga hal:

  1. Penyesalan. Meminta maaf diiringi rasa menyesal atas kesalahan yang telah dilakukan. Terkadang orang yang minta maaf tidak merasa dirinya bersalah. Maaf diucapkan hanya sekedar syarat untuk menghilangkan kemarahan orang lain.
  2. Tidak melakukan kesalahan yang sama. Berbuat salah – Bertengkar – Meminta maaf seringkali menjadi siklus dalam suatu interaksi. Salah satu melakukan kesalahan, terjadi pertengkaran, lalu ditutup dengan permintaan maaf. Kasus dianggap selesai namun konflik akan terjadi secara berulang dengan kesalahan yang sama.
  3. Memperbaiki kesalahan. Hal yang jarang diingat setelah meminta maaf adalah memberbaiki kesalahan. Waktu tidak akan bisa diputar kembali untuk menghilangkan kesalahan. Tapi kita bisa berusaha seoptimal mungkin berbuat kebaikan sebagai ganti kesalahan yang telah terjadi.

Meminta maaf dan memaafkan itu sifat ksatria. Tapi kata maaf tidak bisa menjadi alasan kita bisa terus melakukan kesalahan.:)

Sincerely,
Fariza Yuniar

Golput Itu Pilihan! (Konon Katanya)

 

Bersama ini kami menyatakan golput adalah pilihan!

Tidak kami kenal mereka-mereka yang katanya mewakili!

Untuk apa memilih, ada Pemilu hidup juga tetap begini!

 

Biar saja karena banyak golput politisi busuk jadi menang!

Peduli apa mereka kuasai parlemen, leluasa atur undang-undang!

Terserah negara ini dibawa kemana, yang penting kami kenyang!

  Continue reading

Beasiswa Unggulan Dikti 2014

Hai pemburu beasiswa 🙂

Tahun 2014 ini Dikti kembali membuka peluang beasiswa unggulan S1, S2 dan S3 dalam juga luar negeri. Beberapa bentuk beasiswa juga persyaratan berbeda dengan tahun sebelumnya (klik: Beasiswa Dikti S2 & S3 2013). Sejauh ini informasi dari Dikti adalah sebagai berikut:

Persyaratan BU dalam negeri 2014
Continue reading